header-int

Tindak Pelanggaran Tata Tertib

Posted by : Administrator
Share

Umum 

Sanksi bagi mahasiswa bukan merupakan hukuman, tetapi merupakan upaya untuk menciptakan Lingkungan  yang aman, tertib, teratur sehingga proses perkuliahan berjalan dengan lancar.

Sanksi mempertimbangkan alasan pelanggaran, frekuensi pelanggaran, berat/ringan pelanggaran dan Peraturan/ketentuan yang berlaku.

 

1.   Peringatan lisan                                                         : 3 Bulan

2.   Surat peringatan pertama/peringatan TK II               : 6 Bulan

3.   Surat peringatan kedua /peringatan TK III                :  6 Bulan

4.   Surat peringatan ketiga/peringatan tingkat IV           : 6 Bulan

5.   Pembatasan kuliah sementara (Skorsing).

6.   Skorsing di berikan kepada mahasiswa yang melanggar peraturan sampai kena sanksi DO.

7.   Sedang dalam pemeriksaan  pihak berwajib dengan batas waktu maksimal satu semester/6 Bulan, dan bila mahasiswa dinyatakan yang bersangkutan DO.

8.   Skorsing dimaksudkan untuk tindakan pengamanan, pendingin dalam rangka pengampunan terhadap mahasiswa.

Institusi berusaha menghindari Droup Out mahasiswa, kecuali mahasiswa melakukan pelanggaran/kesalahan besar atau masih melakukan pelanggaran sekalipun sudah diberi peringatan terakhir.

Peringatan lisan

    1. Masuk kuliah dengan pakaian yang tidak layak.
    2. Tidak menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kuliah.
    3. Meniggalkan ruang kuliah tanpa seijin dosen.
    4. Melakukan panggilan melalui HP pada saat perkuliahan.
    5. Tidak kuliah tanpa alasan yang sah selama 2 kali.
    6. Terlambat kuliah 3 kali berturut-turut.
    7. Tidak mengisi absen perkuliahan 2 kali berturut-turut.
    8. Tidak mengindahkan tata tertib perkuliahan.
    9. Melanggar peraturan lain yang setara.
Peringatan pertama, misalnya :
  1. Mengabsensikan mahasiswa lain/mengacaukan absensi perkuliahan.
  2. Mengganggu ketenangan perkuliahan.
  3. Merokok dalam ruangan kuliah.
  4. Mengotori, membuang sampah sembarangan dan mencorat-coret di lingkungan kampus.
  5. Peningkatan sangsi setelah peringatan lisan diabaikan.
  6. Pelanggaran lain yang di anggap setara dengan peringatan pertama.

 

Peringatan Kedua, misalnya :

  1. Menggunakan alat-alat lembaga dengan tidak hati-hati sehingga menimbulkan kerusakan.
  2. Menghilangkan alat-alat lembaga tanpa bertanggungjawab dan tidak ada ganti rugi.
  3. Merobek atau mencorat-coret pengumuman kelembagaan/Yayasan.
  4. Dengan sengaja melakukan perbuatan yang dapat merugikan lembaga dan yayasan.
  5. Peningkatan sangsi setelah peringatan pertama diabaikan.
  6. Pelanggaran lain yang dianggap setar dengan peringatan kedua.

Peringatan Ketiga/terakhir, misalnya :

  1.  
  2. Melakukan keonaran, demonstrasi dilingkungan kampus.
  3. Membawa minuman keras/cairan berbahaya dalam lingkungan kampus.
  4. Berjudi atau melakukan permainan yang dianggap judi di lingkungan kampus.
  5. Memindahkan barang milik lembaga/yayasan ketempat orang lain dengan maksud ingin dimiliki.
  6. Memiliki Indek prestasi per semester dibawah 2.00 dua kali berturut-turut.
  7. Peningkatan sangsi setelah peringatan kedua di abaikan.
  8. Pelanggaran lain dianggap setara dengan peringatan ketiga.

 

Putus kuliah/ Droup Out.

  1.  
  2. Melakukan pencurian,penggelapan,pemalsuan nilai/ dokumen Kartu Hasil Studi (KHS),karya tulis ilmiah,atau dokumen lain seperti sertifikat kompetensi, surat-surat dari kelembagaan/yayasan, kuitansi pembayaran bank atau lembaga/yayasan dan tindak pidana lainnya,(bagi mahasiswa yang sudah diwisuda maka akan dibatalkan ketetapan hukum sebagai lulusan bila dikemudian waktu dalam masa perkuliahan terbukti melanggar ketentuan yang berlaku).
  3. Melakukan keonaran/Demonstrasi yang fatal sehingga merugikan Asset lembaga atau yayasan.
  4. Berkelahi bukan membela diri dengan siapapun dilingkungan kampus.
  5. Menghina /mencemarkan nama baik sesama mahasiswa, karyawan, dosen, pimpinan dan pejabat yayasan.
  6. Melakukan tindak kekerasan mengancam sesama mahasiswa,karyawan dosen dan pejabat yayasan.
  7. Mahasiswa merusak Asset lembaga/yayasan dengan sengaja, sehingga menimbulkan kerugian besar.
  8. Mahasiswa melakukan pungutan liar di dalam kampus.
  9. Memikat, membujuk, melakukan provokasi, mengedarkan selebaran yang menimbulkan keresahan  di dalam kampus, serta perbuatan yang melanggar hukum dan norma terhadap mahasiswa lainnya, karyawan, dosen pimpinan lembaga dan pejabat yayasan atau keluarga mereka.
  10. Memberikan keterangan palsu atau memutarbalikkan fakta.
  11. Mabuk dilingkungan kampus.
  12. Menyalahgunakan obat terlarang, membawa/mengedarkan  narkotika dalam lingkungan kampus.
  13. Melakukan pemukulan kepada sesama mahasiswa,karyawan,dosen pimpinan lembaga dan pejabat yayasan atau keluarga mereka.
  14. Membawa senjata api atau bahan peledak ke dalam lingkungan kampus.
  15. Memiliki Indek prestasi persemester dibawah 2.00 tiga kali berturu-turut.
  16. Mendirikan/mengikuti organisasi kemahasiswaan yang tidak memiliki dasar hukum yang berlaku, sehingga sulit untuk dapat dipertanggung jawabkan oleh berbagai pihak.
  17. Peningkatan sangsi setelah peringatan ketiga diabaikan.
  18. Pelanggaran lain yang di anggap setara dengan sangsi putus kuliah/Droup Out.

 

Penyelesaian Keluh Kesah Mahasiswa dan Pengaduan Mahasiswa   

    1.  
  1. Pengaduan atau keluh-kesah di sampaikan pertama pada Pembimbing Akademik.
  2. Bila langkah pertama tidak menghasilkan penyelesaian, maka dengan sepengetahuan pembimbing akademik mahasiswa yang bersangkutan dapat menyampaikan keluhan/pengaduan kepada ketua jurusan.
  3. Bila langkah kedua tidak menghasilkan penyelesaian, maka dengan sepengetahuan pembimbing akademik dan ketua jurusan mahasiswa yang bersangkutan dapat menyampaikan keluhan/pengaduan kepada pimpinan cabang/koordinator kampus dan bila belum dapat diselesaikan sampai pimpinan Perguruan tinggi.
  4. Apabila setelah dirundingkan tidak berhasil maka akan diselesaikan sesuai dengan  Ketentuan  hukum yang berlaku.
  5. Selama masalah  belum dapat  diselesaikan semua pihak berkewajiban  menjaga kegiatan kampus  tetap kondusif,  dan tidak  mengganggu  proses  perkuliahan.

 

Berbagai sebab  putus  kuliah/ Drop  Out  Mahasiswa.

  1. Mahasiswa meninggal  dunia.
  2. Mahasiswa mengundurkan  diri.
  3. Mahasiswa divonis  hukuman  penjara.
  4. Indek  prestasi  mahasiswa dibawah  2.00 selama 3 semester  beturut-turut.
  5. Mahasiswa tidak mampu kuliah karena  cacat  fisik  maupun  mental.
  6. Mahasiswa  putus  kuliah /DO akibat  melanggar  tatatertib dan disiplin mahasiswa.

Unidha Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pranata Indonesia
Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer yang ada di Bekasi dan Menjadi Sekolah Tinggi Swasta yang Profesional, Berdaya Saing Link and Match
© 2018 Pranata Indonesia Follow Pranata Indonesia : Facebook Twitter Linked Youtube